|
Wednesday, 10 March 2010 |
|
|
|
Thursday, 25 February 2010 |
|
MathPrix 2010, the participants came from National Plus Schools around JABODETABEK district areas. One team consist of 1 student of grade 4 and 2 students of grade 5; or 2 student of grade 4 and 1 students of grade 5. Each school delegated maximum 3 (three) teams. The National Plus Schools joined are as follow:
1. Victory Plus (3 teams) 2. Sevilla School (3 teams) 3. Al Fajar (3 teams) 4. Global Mandiri (3 teams) 5. Da’arel Salam (2 teams) 6. Adik Irma - Tebet (2 teams) 7. Madania (1 Team) 8. Teruna Muda (2 teams) 9. Spring Field (2 teams) 10. Lab School Kaizen (1 team) 11. ABC Kids (2 teams) |
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
Tuesday, 01 December 2009 |
|
Karya Diandra Safira Hasan Semua yang nampak salah menjadi sebuah kebenaran Inilah hal yang dirasakan pada saat “cahaya” ajal menjemput manusia. Cerpen ini mengisahkan tentang tokoh “Ibu” dan “Anak”. Masa ketika tokoh “Ibu” mulai merindukan tawa dan kebahagiaan yang ia reguk bersama tokoh “Anak”. Menjelang kematiannya, tokoh “Ibu” berupaya mengembalikan kebahagiaan masa lalu yang sempat dimilikinya tersebut. Di sisi lain tokoh “Anak” yang telah mencapai kesuksesan, mulai hanyut dalam kesibukan dan perlahan melupakan tokoh “Ibu”. Harapan yang berujung penolakan membuat tokoh “Ibu” berada dalam kekecewaan yang memilukan ketika beliau menjemput “cahaya” kematiannya. Dan Tuhan pun memiliki cara sendiri untuk “menyentuh” tokoh “Anak”. Karma yang bergandengan dengan takdir, bersembunyi di balik waktu. Membuka “cahaya” bagi tokoh “Anak”. |
|
|
Penulis Muda Berbakat Indonesia |
|
|
|
|
Tuesday, 01 December 2009 |
Penulis Muda Berbakat Indonesia, Diandra Safira Hassan, gadis kelahiran London, 9 Juli 1995 ini telah membuktikan kepiawaiannya dalam menulis. Diandra berhasil menyabet gelar penulis muda berbakat 2009 di posisi ketiga dalam ajang LMCR (Lomba Menulis Cerpen Remaja) 2009. LMCR merupakan kompetisi menulis nasional yang diselenggarakan setiap tahun bagi para penulis muda Indonesia untuk memperebutkan LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD. Ajang ini telah melahirkan banyak sastrawan tanah air. Kompetisi tersebut diikuti ribuan kontestan, Diandra menulis sebuah cerpen yang berjudul ‘Cahaya’,bercerita tentang kearifan budaya timur yang mengedepankan sikap hormat terhadap orang tua khususnya ibu. Karya tersebut dikemas secara apik dengan penuturan bahasa yang lancar, komunikatif, dan sarat dengan kekayaan metafora Sastra Indonesia. Prestasi luar biasa siswi SMP Global Mandiri ini merupakan langkah awal yang akan mengantarkannya ke tengah gelanggang Sastra Indonesia. |
|
|
Monday, 16 November 2009 |
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 11 |